Sahabat Mitra

Program untuk mengoptimalkan fungsi keagenan di Asuransi Astra yang digagas Santosa (Direktur) pada tahun 2005, ditanggapi positif oleh jajaran manajemen  Asuransi Astra. Terdiri dari Santosa, Gunsal, Kartono, Anis, Muti, dan dalam Titan Project yang diketuai Pitono sebagai Project Manager – bersama mereka menggodok gagasan tersebut untuk melahirkan Program Mitra Garda Oto mulai pertengahan 2005. Ayo, kenal satu persatu, para sahabat Mitra Garda Oto yang melahirkan program inovatif Mitra Garda Oto yang diluncurkan secara resmi pada 13 Januari 2006!

Santosa

Pria kelahiran 1 Juni 1966 ini terbilang belia dijajaran direksi group Astra. Kendati demikian, pemikiran-pemikiran yang dihasilkan, realisits untuk diterapkan. Salah satunya adalah Program Mitra Garda Oto yang dihasilkan dari kejeliannya mengamati system keagenan. Menurutnya, pasar asuransi kendaraan yang ada pada 2005 masih luas. Bahkan, sekitar sepertiga dikuasai Asuransi Astra dengan produk Garda Oto-nya. Program Mitra Garda Oto yang merupakan program kemitraan usaha, memungkinkan seseorang dengan jiwa wiraswasta mengembangkan usaha dalam distribusi asuransi kendaraan, tanpa mengeluarkan dana sebagai modalnya. Seorang Mitra garda Oto hanya perlu memiliki jaringan atau mampu mengembangkan komunitasnya. Santosa yakin, dengan memanfaatkan potensi pasar – mulai dari lingkup sekitarnya – secara maksimal, seorang Mitra dapat sukses di industri ini. Misalnya seorang Mitra dapat menjual polis Garda Oto ke satu orang, dimana satu orang itu kemudian bisa ikut menjual produk tersebut ke satu orang lain lagi yang juga bisa melakukan hal sama, begitu seterusnya sehingga satu sama lain saling membangun untuk satu tujuan bersama.

Kembali ke atas

Gunawan Salim

“Saya salesman”, ujar Gunsal - demikian pria lulusan Atmajaya Yogya berujar mantap. “Kenapa harus malu menjadi tenaga penjual? Bahkan di luar negeri, profesi ini justru paling prestigious. Kenapa? Karena profesi ini mengajarkan banyak hal. Bahkan dasar dari ilmu berbisnis ada di sales. Menjadi sales berarti Anda mau tidak mau harus memiliki networking. Belum punya? Cari! Caranya, gampang. Apa hobi Anda? misalnya ikut club mobil, olah raga, kerohanian, apapun itu - tanpa Anda sadari, itulah networking yang merupakan asset,” papar pria yang membiayai kuliahnya dengan menjalani profesi ini. Gunsal juga bahkan mengawali karirnya di Astra sebagai seorang tenaga pemasaran. Tahun 1989, ia dipercaya menjadi kepala cabang ACC (Astra Credit Company) untuk wilayah Tangerang. Lalu untuk profesi yang sama ia dipindahkan ke beberapa kota.

Meski sempat keluar dari group Astra, pria yang kemudian bergabung di Asuransi Astra Buana tahun 2000 ini terus menekuni bidang sales. Menurutnya, orang hidup harus punya tujuan. Rata-rata tujuan orang adalah ingin memiliki penghasilan yang tinggi.

“Saya menjual mulai dari pakaian wanita, disket sampai buku. Meski hanya untuk kalangan mahasiswa dan teman dekat, hasilnya tidak hanya bisa untuk biaya kuliah dan biaya hidup, tapi juga membantu orang tua. Kuncinya hanya tiga, yaitu: integrity, openes, sincere. Profesi Agent itu profesi yang mulia. Kita menolong orang untuk meminimalisasi risiko kerugian, jadi kita harus bangga mengaku kalau kita adalah seorang Agent. Apalagi sebagai Mitra Garda Oto, Anda bergabung dengan para professional di industri ini. Selain pelatihan yang memadai, Anda bisa berkarir sekaligus mendapat penghasilan yang besarnya bisa Anda tentukan sendiri,” ujarnya.

Kembali ke atas

Kartono

Mengenai keberadaan program Mitra Garda Oto, “segalanya serba jelas, termasuk pengembangan karir agent-nya sampai dukungan sistemnya,” optimis pria kelahiran 23 Januari 1963 ini menanggapi. Kartono yang dikenal disiplin, sejak awal sudah menempatkan personil di-timnya, sesuai dengan karakter dan kemampuan mereka. Menurutnya kunci untuk menjalankan segala sistem adalah 'people'. Karena itu, ia yakin program ini akan tertangani dengan baik. “Dalam proses operational ini, tidak boleh ada satu hal pun yang tercecer atau terlewat. Kalau sampai terjadi, akibatnya bisa mengecewakan Customer - yang berarti kehilangan bisnis,” jelas Kartono yang banyak membantu dalam proses melahirkan program Mitra Garda Oto ini.

Kembali ke atas

Annisa Ahmad

Jelas tertangkap bahwa karyawan teladan 1994 yang memulai karirnya sebagai staff admin di Asuransi Astra tahun 1986 ini, adalah orang yang tahu menggali potensi diri. Adalah Annisa Ahmad - Senior Regional Manager untuk Area Jabotabek & Sumatera, tidak berangkat dari latar belakang marketing atau salesman. Lulusan Universitas Padjadjaran jurusan Hukum ini hanya berusaha melakukan yang terbaik. Saat sebagai staff bagian teknik di cabang Bandung, Annis kerap ikut membantu menjelaskan pada konsumen yang ingin berasuransi mengenai produk Maskapai Asuransi Buana (sebelum menjadi AAB). Maklum, saat itu karyawan cabang Bandung hanya lima orang dan hanya dua yang selalu ada di kantor - Annis salah satunya. Tahun 1995, wanita yang terlanjur jatuh cinta pada dunia sales mengajukan diri pada atasannya untuk serius di sales. Annis yang saat itu sudah menjabat sebagai Admin Head pun ditempatkan sebagai Kepala Cabang Bandung. Tahun 2001, ia terpaksa meninggalkan anak-anaknya di Bandung karena tidak ingin melewatkan kesempatan menjadi Kepala Cabang Tendean sekaligus Area Head Jatabek. Wanita kelahiran 1960 ini memang tidak pernah setengah-setengah. Karena itu, Program Mitra Garda Oto dipandangnya sebagai bentuk keseriusan menggarap potensi pasar yang ada. “Kalau sebelumnya agent di industri asuransi kerugian tidak mendapatkan kejelasan jenjang karir. Training knowledge-nya pun dilakukan sendiri-sendiri. Jadi tidak ada keseragaman. Sementara Program Mitra Garda Oto memberikan tidak hanya jenjang karir yang jelas, tapi ikut mengembangkan para Mitra yang tergabung dalam komunitas Mitra Garda Oto. Apalagi di back up perusahaan yang telah berdiri sejak 1956, produk Garda Oto juga sudah sangat dikenal masyarakat. Tips saya untuk para Mitra, manfaatkan market used car - karena potensi terbesar yang jarang diminati pemain lain ada di sana,” ujarnya mantap.

Kembali ke atas

T. Irawati Samadikun

Boleh dibilang, Ira banyak tahu cikal bakalnya keagenan di Asuransi Astra. Lulusan ITB jurusan Teknik Industri yang bergabung pada 1994 ini, memulai karirnya sebagai Agency Staff - Marketing 9. Saat itu sistem keagenan yang ada masih sangat sederhana. Menurut wanita yang pada tahun kedua masa kerja dipercaya menjadi Account Receivable Dept. Head ini, proses rekruting agent saat itu hanya mengandalkan orang yang datang dan ingin menjadi agent, atau merupakan referensi dari 'orang dalam'. Hasil dari para agent yang tergabung saat itu, membukukan premi tak sampai Rp.1 milyar pertahun. Kondisi ini terus mengguggah dibuatnya pengembangan baru. “Tahun 2000 untuk lebih memaksimalkan produksi, dibuatlah Company Agent. Pemainnya kebanyakan masih orang lama dan yang bertahan sampai sekarang pun rata-rata telah bergabung dengan kita selama tujuh sampai delapan tahun,” jelas kelahiran Jakarta 1 Oktober 1960.

“Dengan program Mitra Garda Oto ini, pengembangan knowledge para Mitra menjadi lebih fokus. Setiap Mitra dapat memperkaya pengalaman dan pengetahuan dengan sharing knowledge. Selain itu, berbeda dengan sebelumnya - jenjang karir yang terukur juga ada di program ini,” ujarnya. Mitra Garda Oto seperti disampaikan Ira memang terbuka untuk semua kalangan. “Namun dalam perekrutannya, kami juga harus selektif. Seorang Mitra harus punya kemampuan atau capability -- yang cukup menunjukkan kesungguhannya - untuk mau berhasil,” tambahnya lagi.

Kembali ke atas

Madelina Mutia

Bagi Mutia, Agency bukanlah hal baru. Sudah hampir delapan tahun, ia menggeluti bidang ini. Karena itu, ia termasuk yang sangat antusias menanggapi Program Mitra Garda Oto. Menurutnya, program ini sangat fair dan komunitas yang dibangun didalamnya menjadi satu sinergi yang saling berkembang dan saling mendukung untuk sama-sama mencapai kemapanan finansial. Bagi Muti, program ini sangat cocok digeluti oleh mereka yang berjiwa entrepreneur atau para fresh graduate. “Program ini memberikan berbagai pelatihan dan seminar untuk menambah pengetahuan para pesertanya. Para fresh graduate tidak perlu mengkhawatirkan pengalaman kerja, karena di sini justru mereka akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan agar bisa sukses,” jelas lulusan UI jurusan Psikologi yang selalu berpenampilan rapi ini. Program Mitra Garda Oto memang digarap sangat serius. Menurut Muti, hal ini dikarenakan pasar untuk industri asuransi mobil masih sangat luas. Tidak menutup kemungkinan customer dari Mitra dapat diikut sertakan dalam komunitas ini. Bagi Customer yang juga mitra tentu akan diuntungkan dengan pengalaman pribadi menggunakan produk Garda Oto. 'Peace of Mind' bersama Garda Oto inilah yang nantinya dapat digunakan untuk memasarkan produk sekaligus meluaskan lagi jaringannya. Jadi, seorang Customer yang juga Mitra dapat menikmati dua keuntungan. Rasa nyaman karena terlindungi produk Garda Oto dan kesempatan untuk berwiraswasta.

Kembali ke atas

Pitono

“Cara baru di bisnis General Insurance”, demikian kesan pertama Pitono yang mengawali karirnya di PT Astra International - setamat kuliah tahun 1991 - tentang Program Mitra Garda Oto. “Saat ini belum ada perusahaan asuransi kerugian yang secara serius menggarap sistem keagenan khususnya untuk bisnis retail”, ujar pria yang memulai karir di Asuransi Astra sebagai Marketing Support Staff.

Sepintas, progam ini seperti mengadopsi sistem keagenan yang ada di industri asuransi jiwa. “Kelebihannya, di sini para Mitra dengan bantuan program pengembangan dari Asuransi Astra - dapat memperluas jaringan - mulai dari lingkungan yang terdekat, untuk mengembangkan bisnis ini seperti bisnisnya sendiri. Sebagai Mitra, seseorang memiliki keleluasaan baik dalam pengaturan waktu kerja maupun penentuan target penghasilan, sesuai keinginan sendiri,” jelas Pitono yang dipercaya menjadi Project Manager Program Mitra Garda Oto.

Kembali ke atas