
19 April 2010
Sabtu dini hari, pukul 04.00 wib pada tanggal 10 April 2010… adalah kesibukan yang menggairahkan bagi para juara International Top Circle 2009, bergegas dan antusias berkumpul di meeting point di Terminal 2 D Bandara Soekarno – Hatta… siap dalam penerbangan menuju kota tujuan wisata yang paling banyak dibicarakan dewasa ini yaitu Macau.
Penerbangan menempuh rute Jakarta – Hong Kong dan diteruskan dengan penyeberangan jetfoil mendaratkan Mitra Garda Oto di daratan Macau pada lepas tengah hari. Showcase Macau dengan daya tarik hamparan bangunan kolonial beraksen Portugis dipadu dengan tebaran resort hotel yang mewah dan ultra modern di sepanjang jalan yang sempit tetapi bersih, terawat dan tertata rapi…seakan menyihir mereka seolah-olah berada di kawasan Eropa.
Dan, atraksi pertama adalah tentu tak akan begitu saja melewatkan yang tampak terbentang di hadapan mata yaitu business – entertainment centre di City of Dreams ; Hard Rock Hotel yang tak bisa ditinggalkan, dua layar kembar raksasa yang menampilkan gerak gemulai ‘The Mermaid’ yang memukau dan membuat para pengunjung menatap mata kagum…serta ikon sekaligus landmark City Of Dreams yaitu The Bubble yang menyuguhkan petualangan visual sangat menarik dalam lakon Dragon’s Treasure di sebuah ruangan estetis berbentuk kubah.
Dan langkah pertama pun terjejakkan menikmati buffett dinner yang super lengkap dengan menu berkelas dalam panorama kasino mewah di latar belakang.
Sejarah adalah saksi abadi yang mencerminkan segala yang pernah terukir di masa lalu. Dan reruntuhan gereja St. Paul yang dilindungi oleh UNESCO sebagai cagar budaya adalah warisan pertama yang dikunjungi pada hari kedua. Sepanjang hari kedua yang padat yang diwarnai dengan perhentian menyenangkan di tempat-tempat bersejarah, termasuk adalah Senado Square yang begitu kaya dengan bangunan historis.
Tak kalah menggoda adalah Zhuhai yang merupakan salah satu kota baru di tepian Macau. Sayang terlewatkan, maka Mitra Garda Oto pun melangkah menyeberang dan menjelajah surga belanja yang menggiurkan.
Tak cukup hanya disitu, pagelaran kesenian di Yuan Ming Palace yang memperagakan serangkaian nomor tarian klasik dalam setting budaya kejayaan Dinasti Qing, memberikan hiburan mata yang menyegarkan dan menghibur.
Sekali juara, maka selalu muncul harapan besar untuk mengulang kesuksesan.
“Senang sekali, berkesan dan seru…”, komentar Sonny Karsono, “ Macau sungguh kota yang asyik ! “
“Luar biasa, “ sahut Ida Murtini spontan, “Banyak obyek yang bagus yang belum pernah dikunjungi. Juga senang dengan kebersamaan diantara teman2 Mitra yang ikut di acara ini. “